Sabtu, 27 Desember 2008

INFO LENGKAP

UNTUK INFO LEBIH LENGKAP KUNJUNGI :
BLOG SOLFEGIO
http://solfegio.wordpress.com


______________________
Salam
ANTONI PASARIBU
______________________

Sabtu, 18 Oktober 2008

Style Roland free download

Ini saya bagikan file style (format STL) buatan saya di Roland e-50, dan optimal juga untuk Roland e-60, e-80 dan G-70. Untuk tipe lain yang sama-sama menggunakan style berformat *.stl saya kurang tau, karena belum pernah nyoba style e-50 di tipe Roland generasi sebelumnya.

Ini hanya sharing saya aja, mudah-mudahan ada rekan-rekan yang juga mau berbagi koleksi buatannya. Jika ada yang ingin ikutan sharing, silahkan kirim ke email. antonipasaribu@gmail.com

Mudah-mudahan style sharing dari saya ini berkenan bagi sesama pengguna Roland, maklum saya bukan player freelance, bikin stylenya masih amatiran…. He..he….he….

* Cara Download : Klik Kanan pada nama File bergaris bawah dan klik Save As Link. File dibahwah ini saya compress dalam format zip, silahkan mengekstraknya terlebih dahulu sebelum di masukkan pada memory keyboard Anda.

ANAK MEDAN (Style Semi/song)

Untuk mengiringi lagu Anak Medan yang saat ini begitu populer khususnya untuk acara Batak.

DANGDUT

DANGDUT BAND

Inspirasinya saya ambil dari sebuah kelompok band sederhana, yang hanya terdiri dari 1 drum set, Bass, Piano/keyboard & Rhyt guitar

DANGDUT KICK BASS

DANGDUT STANDART

DANGDUT CONGA

GONDANG DANGDUT

GONDANG OGUNG

HOUSE LOOP 1

HOUSE LOOP 2

KERINCI SLOW DUT

POP PANCE

POP STANDART

POP GONDANG

SLOW ROCK

TOR-TOR 1

TOR-TOR 2

Sebagian besar style diatas telah saya lengkapi dengan setting One Touch.

Beberapa file diatas telah saya share di Harodilia

Free Download style Roland e-50 e-60 e-80 G-70

by. Antoni Pasaribu - Solfegio Studio
______________________
Salam
ANTONI PASARIBU
______________________

Roland

ROLAND E-50

Kira-kira akhir bulan Agustus 2008 yang lalu, saya sedang diperhadapkan dengan masalah yang menghambat pekerjaan saya. Keyboard yang menjadi andalan saya, ngadat secara tiba-tiba, sedangkan pekerjaan sedang menumpuk dan diperhadapkan dengan deadline yang cukup mendesak. Akhirnya tanpa panjang pikir, saya berangkat ke Padang untuk membeli keyboard yang baru.

Pada saat itu, saya hanya punya dua alternatif :

1. Jika beli keyboard baru, kandidatnya Korg PA-500 dan Roland E-60. Alasannya :

- PA-500 punya fitur full drum editable dan lagian data saya dari PA50 dan PA80, bisa tetap dipake. Sedangkan Roland E-60, saya butuh keyboard yang panjang (76 tuts) karna saya paling sering main part piano pada saat membuat/bermain musik pop.

- Saya sudah pernah beberapa kali bertemu dan memainkan kedua tipe ini, dan saya cukup puas, terlebih kepada Roland E-60 yang punya sound nyaris real. Sedangkan PA-500 saya rasa ga jauh beda dengan PA50, cuma beda touch screen aja, dan kualitas sound output, menurut pendengaran saya, PA-50 masih lebih baik.

- Harga kedua keyboard tersebut sesuai dengan budget yang saya alokasikan yaitu maksimal Rp.15 jt.

- Saya ga begitu peduli dengan kemudahan pengoperasian atau fitur-fitur lain, saya lebih memprioritaskan tone generator atau koleksi sound yang disuguhkan. Kalaupun ada fitur sound edit, saya juga sedang dalam masa “jenuh” mengedit sound, karena saya bergerak di bidang recording, terkadang diperhadapkan dengan jadwal yang mendesak, dan saya sudah tidak mau membuang waktu untuk mengedit sound. Semakin real atau semakin flat sound yang diberikan, semakin mempermudah pekerjaan saya saat mixing.

- Kedua keyboard ini termasuk kategori interaktif keyboard, berarti selain membangun sebuah musik, saya juga bisa gunakan sebagai pengiring/guide ketika take vocal dasar.

2. Jika bekas, atau kedua tipe tersebut tidak ada, saya hanya butuh sebuah keyboard controller, terserah merk dan tipe apapun yang penting ada port MIDI, punya pitch bender dan kalau dapat yang udah aftertouch. Karena semua sound terbaik yang udah saya buat, telah saya sampling dan bisa di patch ke beberapa VSTi.

Dan saat saya hubungi beberapa toko di Padang dan Jambi, Korg PA-500 out of stock, kalau mau harus pesan dulu, wah saya tidak bisa menunggu lama, karena pekerjaan begitu mendesak. Dan ada beberapa orang kenalan di Jakarta yang saya hubungi, punya stok PA-500 tetapi permasalahan ada di biro ekspedisi yang memerlukan pengiriman beberapa hari. Akhirnya saya hilangkan keinginan untuk memiliki PA-500 saat itu juga. Dan saya melangkah ke salah satu toko musik di Padang, disana cuma tersedia Roland E-50, mau ga mau, tetap saya ambil, karena stoknya juga tinggal beberapa unit saja. Setelah cek kondisi keyboard, tanpa banyak mencoba, keyboard tersebut langsung saya beli, sore harinya saya kembali ke Kerinci.

Setelah sampai di Kerinci, keyboard tersebut langsung saya buka dan saya melanjutkan pekerjaan saya yang tertunda kemarin. Tanpa baca manual, saya nyalakan dan operasikan, instal driver USB, Midi terhubung lewat USB dan langsung bekerja. Ini kesan pertama saya menggunakan E-50 tersebut :

1. Saya telah banyak menggunakan berbagai tipe Roland, baik interaktif keyboard maupun synthesizer, dan pada E-50 ini, Roland benar-benar merubah sistemnya, terlebih segi penyajian menu yang begitu mudah dan user friendly.

2. Touch screen lebih “lunak” saat disentuh dibanding Korg PA-500 atau i30.

3. Tombol-tombol berukuran relatif besar, berbahan karet, tiap tombol dilengkapi led, awalnya saya sedikit lucu melihat tombol-tombol ini, karena seperti keyboard mainan anak-anak :-) ketika dinyalakan jadi “semarak” gara-gara lampu tombol-tombol tersebut… he..he..he.. tapi saat itu saya langsung terpikir, apabila perform di panggung dengan lampu remang-remang atau gelap sekalipun seperti pub atau resto, justru tombol-tombol seperti ini sangat mempermudah yang menggunakannya.

4. Dimensi keyboard ini relatif lebih kecil dan tipis ketimbang keyboard lain yang setara. Sangat mudah untuk aplikasi mobile. Enteng untuk dibawa-bawa. Kalau saya perhatikan, dimensinya nyaris seperti Roland XP-60 yang tanpa internal speaker.

5. Sound yang disediakan, wah…., nyaris real. Dari pengalaman saya menggunakan dan bertemu berbagai merk/tipe keyboard, berani saya katakan Roland e-50 ini yang terbaik dalam kelasnya dalam sampling sound yang real. Terlebih sound akustik, sangat detail. Semua sound akustik yang disediakan nyaris real dan mirip seperti instrument asli yang pernah saya dengarkan.

Saya sangat kagum dengan sound Roland e-50 ini, karena sudah cukup lama saya menginginkan interaktif keyboard seperti ini. Saya sudah mulai jenuh dengan sound editing, saya ingin kembali ke sound instrument yang mengarah ke real. Terlebih saya sedang menggeluti bidang recording/music arranging, yang mana semakin real/flat sound yang di rekam, akan memudahkan proses selanjutnya.

Bagi rekan-rekan yang tertarik menggunakan keyboard ini untuk aplikasi organ tunggal, yah saya sarankan untuk mempelajari dulu karakter bunyi Roland e-50/60 ini, karena belum tentu cocok dengan kebutuhan dan selera musik anda.

Untuk detail spesifikasi sengaja ga saya tulis disini J mengingat saya juga ga di endorse untuk mempromokan Roland ini…he…he… saya sekedar sharing pengalaman dengan “teman kencan” saya yang baru. jika ingin mengetahui detail keyboard tersebut, silahkan tanya sama google aja :-)

Kalau anda di Kerinci, silahkan datang ke tempat saya (alamat lihat di halaman contact us), dengan syarat sudah pernah dengar instrument asli khususnya drum. Kalau belum pernah, wah saya yakin Anda ga bakal tertarik dengan keyboard ini J